Buletin Anti-Korupsi: Update 16-6-2016
POKOK BERITA:
“Dewan dan BPK Legowo”
http://koran.tempo.co/konten/
Tempo, Kamis, 16 Juni 2016
BPK tak akan mencampuri kewenangan KPK dalam menyelidiki kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh pemerintah DKI Jakarta. BPK juga menyerahkan keputusan kepada KPK, yang berencana menghentikan penyelidikan, meski bertentangan dengan hasil audit bahwa pembelian pada akhir 2014 tersebut melanggar prosedur dan berpotensi mengakibatkan kerugian negara hingga Rp 191 miliar.
“Aset Sitaan Nazaruddin Tertinggi dalam Sejarah”
http://print.kompas.com/baca/
Kompas, Kamis, 16 Juni 2016
Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Jakarta mengabulkan tuntutan jaksa KPK untuk menyita aset mantan bendahara Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang diperkirakan mencapai Rp 500 miliar. Aset tersebut terdiri dari saham PT Garuda Indonesia Tbk dengan harga beli Rp 300,8 miliar dan beberapa properti yang tersebar di sejumlah daerah.
"Sekretaris MA Segera Jadi Tersangka”
Media Indonesia, Kamis, 16 Juni 2016
KPK menegaskan akan segera mene tapkan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi Abdurrachman, sebagai tersangka dalam perkara suap di PN Jakarta Pusat. Lamanya penetapan terjadi karena belum ada pengakuan dari yang bersangkutan.
“Korupsi Harus Menjadi Perhatian Gereja”
http://news.analisadaily.com/
Korupsi harus menjadi perhatian yang serius bagi gereja karena sampai hari ini, kejahatan luar biasa atau extra ordinary crimeitu belum dijadikan sebagai kejadian yang berbahaya. Kritikan tersebut disampaikan pada acara seminar ‘Gereja Melawan Korupsi’ di Medan.
Informasi pada pukul 17.30 WIB